online roulette_Baccarat betting skills_Betting app_Sabah Sports Official Website

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet365 saluran

H21 o'cloc21 o'clock onlineK online21 o'clock onlineandphone ata21 o'clock onlineu HP saat ini bukanlah kebutuhan ta21 o'clock onlinembahan saja, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama. Rasanya kalau belum punya, belum afdhol kehidupanmu. Kamu akan sulit dihubungi dan ketinggalan banyak informasi. Belum lagi dengan kehadiran smartphone yang makin canggih. Kalau nggak mengikuti perkembangannya, bisa-bisa kamu jadi yang paling kudet alias kurang update di antara teman-temanmu lainnya.

Kalau membandingkan kecanggihan, HP-HP jadul ya jelas nggak ada apa-apanya dibandingkan smartphone yang beredar saat ini. Jaringan internetnya masih mahal dan lambat, kapasitas memori terbatas, kameranya pun masih buram. Tapi ada 2 hal dari HP jadul yang nggak bisa ditandingi oleh smartphone saat ini, yaitu daya tahan baterai dan kekuatan fisiknya.

Bisa punya HP saat itu, membuat kita merasa jadi paling keren sedunia. Sebentar-sebentar telepon rumah atau orangtua; bosan sedikit langsung main game dan asal SMS nomor orang yang ada di kontak. Pokoknya, HP itu harus terus kelihatan sama orang lain, deh.

Teman: “Oh ya? Mau dong. Pakai infrared, ya! Mana HP lo?”

“Bluetoothnya nyalain, ya!” “Oke!” via detik.com

Kalau mengingat kenangan-kenangan bersama HP jadul, rasanya kamu ingin kembali saja ke masa-masa itu. Masa di mana hidupmu tenang dan menyenangkan. Nggak ada tuh bete-bete sama pacar karena chat-mu cuma di-read saja; nggak ada juga rasa urgensi untuk selalu mengecek HP karena takut ada informasi mendadak.

Karena kecanggihan ini, banyak iklan yang menyediakan konten berupa puluhan wallpaper dan ringtone bertebaran di majalah. Kamu pun nggak mau kelewatan untuk mengunduh wallpaper dan ringtone itu supaya semakin banyak pilihan gambar dan lagu untuk digunakan. Padahal sih harganya cukup mahal. Per wallpaper harganya Rp 4.000 dan setiap 1 ringtone dihargai Rp 5.000.

Pada HP lawas monophonic yang digunakan dulu, kita belum bisa menyimpan dan memutar lagu. Ringtone yang ada juga sedikit, masih standar sesuai bawaan HP. Tapi beruntunglah, di HP-HP lawas tersebut ada fitur di mana kita bisa membuat ringtone sendiri. Kita hanya perlu memasukkan kunci-kunci nada yang diinginkan, save, dan jadikan ringtone kalau ada telepon, deh!

La-fa-la-fa la-si-dô. Dô

Kamu: “Eh aku punya wallpaper baru, nih! Lucu banget, lho!”

Di akhir tahun 90-an, handphone atau HP mulai dikenal di Indonesia. Saat itu, ukuran HP masih cukup besar dan memiliki antena. Harganya pun mahal banget, hanya orang-orang tertentu dan orangtuamu saja yang mungkin memilikinya.

Di awal kemunculannya, HP memang masih menjadi barang mewah. Nggak semua orang bisa punya, apalagi kamu yang masih remaja dan anak-anak.

Sayangnya, fungsi HP untuk menjauhkan yang dekat sudah mulai terkikis dengan kehadiran smartphone yang semakin canggih. Saat ini, hampir seluruh kebutuhan hiburan dan kehidupan sosialmu sudah ada semua di dalam smartphone. Mulai dari chatting dengan berbagai instan messenger, main games, mendengarkan musik, menonton video, hingga membaca buku dan mengatur keuangan. Lengkap, ‘kan? Fitur-fitur itu memang memudahkanmu, tapi di sisi lain juga mengambil banyak hal dari hidupmu.

Sol-mi-sol-mi mi-fa-sol

Nggak hanya daya tahan dan kekuatan fisiknya saja yang juara, HP jadul juga masih memiliki fungsi yang digunakan dengan tepat. Saat itu, HP bukanlah kebutuhan utama. HP hanya berfungsi sebagai alat bantu komunikasi jarak jauh yang praktis karena bisa dibawa ke mana saja dan bisa digunakan kapan saja. Jadi, kita bisa dengan mudah menghubungi orang yang saat itu nggak berada di tempat yang sama. Dengan kata lain, dulu, HP berfungsi untuk mendekatkan yang jauh.

Kalau yang punya HP kerjaannya pamer, yang belum punya ngapain dong? Yap! Ikutan antre sama anak-anak lain supaya bisa main gamegame yang ada di HP milik temanmu itu. Antrenya pun bukan yang memanjang seperti di loket, tetapi mengerubungi yang sedang main. Waktu per gilirannya nggak pasti. Tapi biasanya, kalau sudah game over harus segera gantian.

Biaya telepon mahalnya memang selangit, tapi nggak dengan biaya SMS. Masih cukup terjangkau dan nggak jauh beda kok dengan biaya SMS saat ini, yaitu Rp 350 per SMS-nya. Dengan biaya yang murah dan bisa mengirimkan banyak pesan, nggak heran kalau SMS jadi media komunikasi favorit saat itu.

Sebagai solusinya, ada yang namanya telepon ngejam, yaitu setiap 2 detik telepon ditutup. Kenapa begitu? Karena kalau masih 2 detik, teleponmu belum akan dikenakan biaya alias gratis. Pantas saja telepon ngejam cukup jadi tren saat itu.

Mi-sol-fa-re-do

Padahal sih kalau diingat-ingat, nggak ada yang perlu dibanggain dari HP yang dulu kamu miliki itu. Layarnya masih monokrom atau hitam putih, ringtone-nya masih monophonic, dan harga kartu perdananya saja mahal sekali; bisa mencapai ratusan ribu. Beda banget ya sama sekarang? Dengan Rp 15.000 saja sudah bisa punya kartu perdana dengan nomor yang cantik dan bisa internetan.

Berhubung tipe HP saat itu belum terlalu banyak, pasti HP-HP inilah yang dulu kalian miliki:

By the way, masih ingat mainannya apa saja? Kebanyakan sih mainnya Snake dan Space Impact.

Bagimana kenangan-kenangannya? Sesuai nggak sama kenangan kamu dulu? Kalau ada kenangan lain yang seru dan nggak terlupakan, silakan tuliskan di kolom komentar, ya!