Kampanye Emp「Buy lottery app」at Hama, Blunder China Atasi Wabah Penyakit

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bet365 saluran

Buy lottery appnamun Mao mBuy lottery aBuy lottery appppemilih menyalahBuy lottery appBuy lottery appKan binatang. Ada empat binatang yang dituduh Mao menjadi sumber penyakit dan menghambat kemajuan.

Namun pendapatnya baru didengar pada 1959. Mao pun mencoret burung gereja dari daftar empat hama dan menggantikannya dengan kutu kasur.

Dengan habisnya burung gereja, belalang pun berkembang biak dengan mudahnya. Jumlahnya membeludak.

Infeksi menular di mana-mana. Dari kolera, pes, malaria, semuanya memyusahkan rakyat.

Setengah abad lalu, pengobatan belum semaju sekarang. Kesadaran akan sanitasi juga masih minim.

Baca juga: INFOGRAFIK: Perbedaan Virus Corona Wuhan, SARS dan MERS

Seperti pengembangan vaksin, perbaikan sanitasi, dan hal-hal yang dibutuhkan dalam rangka hidup sehat.

Baca juga: Stalin Mata-matai dan Menganalisis Tinja Mao Zedong

Ketika Ketua Mao Zedong mulai memimpin pada 1949, China tengah menghadapi krisis kesehatan.

Lalat, perlu dimatikan karena mengganggu dan menyebalkan. Kemudian burung gereja atau burung pipit, kata Mao menjadi hama karena mencuri benih dan biji-bijian.

Seakan lupa pada blundernya, China kembali membantai hewan mamalia mulai dari kucing luwak hingga musang.

Ahli burung Tso-hsin Cheng sebenarnya sudah pernah berusaha memperingatkan bencana yang timbul dari kampanye membunuh burung gereja ini.

Sarang burung gereja dirusak. Telur-telur mereka dihancurkan. Para ibu-ibu memukulkan panci-panci sehingga burung gereja terbang terus, kelelahan, lalu mati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Burung, menurut mereka saat itu, adalah hewan kapitalis. Anak sekolah diajarkan cara menembak burung gereja dengan senapan.

Sikap China yang cenderung menyalahkan hewan tak berhenti pada Kampanye Empat Hama saja.

Di Shanghai saja, diperkirakan ada 200.000 burung gereja yang mati di hari pertama Kampanye Empat Hama.

Baca juga: Mengapa Burung Tidak Tersengat Listrik di Kabel Listrik?

Jika burung gereja hanya memakan sedikit benih dan biji-bijian, belalang, dalam jumlah banyak, menghancurkan seluruh sawah dan ladang.

Burung gereja memang memakan benih dan biji-bijian. Namun selain itu, burung gereja juga memakan serangga, khususnya belalang.

Setelah Kampanye Empat Hama berhasil, barulah masalah dimulai. Burung gereja yang awalnya dituduh mencuri pangan manusia, ternyata sebenarnya membantu manusia.

Menurut Partai Komunis China, setiap tahunnya, seekor burung gereja memakan 4,5 kilogram benih dan biji-bijian.

Baca juga: Burung Beo, Bisa Menirukan Suara Manusia

Saat itu, mereka dituduh menyebarkan wabah virus SARS.

Di sisi lain, World Health Organization (WHO) belum menemukan bukti kucing dan anjing bisa tertular corona.

"Tidak ada prajurit yang boleh mundur, sampai pertarungan dimenangkan," tulis harian People's Daily.

China mungkin akan baik-baik saja jika dua hewan itu saja yang dibasmi. Namun Mao merasa ada dua hewan lagi yang perlu dibantai.

Nyamuk, menyebabkan malaria. Tikus membawa pes. Peradaban manusia selama ratusan tahun memang menunjukkan kedua hewan ini menularkan penyakit mematikan dan membunuh jutaan manusia di seluruh penjuru bumi.

Kelaparan itu membunuh 15 hingga 30 juta rakyat China.

Maka, untuk mengatasi wabah penyakit, Mao merancang Four Pests Campaign atau Kampanye Empat Hama.

Sebagian warga China yang panik malah membunuh hewan peliharaan mereka karena takut tertular.

KOMPAS.com - Sebelum dilanda wabah virus Corona, China pernah kesulitan mengatasi penyakit.

Baca juga: Apakah Virus Corona China Berasal dari Kelelawar dan Ular?

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mao Zedong, Bapak Pendiri Republik Rakyat China

Dikutip dari Daily Mail, setidaknya 213 hewan peliharaan di berbagai permukiman di China dibunuh dalam waktu tiga pekan terakhir.

Baca juga: Partai Komunis China Minta Anggotanya Rayakan Hari Ulang Tahun Politik, Apa Itu?

Keadaan ini tak sejalan dengan mimpi Mao memajukan perekonomian rakyat lewat perindustrian.

Wabah corona yang melanda China kini pun, diduga disebarkan lewat hewan. Ada yang menyebut ular, kelelawar, landak, burung merak, kucing luwak, kalajengking, kelabang, dan hewan liar lainnya.

Poster Kampanye Empat Hama di China pada 1958

Namun semua sudah terlambat. sejuta burung gereja yang sudah mati tak bisa dikembalikan.

Pertarungan memang berhasil dimenangkan. Totalnya, rakyat China berhasil mengalahkan 1,5 juta tikus, 11.000 ton nyamuk, 100.000 ton lalat, dan satu juta burung gereja.

Baca juga: Melepas Burung Pipit, Tradisi Masyarakat Tionghoa Saat Imlek...

Program yang dikenal sebagai The Great Leap Forward atau Lompatan Jauh ke Depan itu tentunya membutuhkan tenaga kerja dan rakyat yang sehat.

Mereka menghitung, jika sejuta burung gereja bisa dibunuh, maka ada 60.000 warga yang bisa diberi makan.

Tom Phillips dalam Humans: A Brief History of How We F*cked It All Up (2019) menuturkan, saat itu sebenarnya sudah ada solusi kesehatan yang jelas.

Baca juga: Fakta Unik Burung Hantu, Ternyata Jago Berenang

Kampanye Empat Hama pun dimulai pada 1958. Rakyat China antusias berpartisipasi.

Diperparah oleh badai dan kesalahan sistem agrikultur, China pun mengalami kelaparan hebat hingga 1962.

Poster dipajang di mana-mana. Anak kecil hingga lansia berlomba-lomba membunuh hewan.

Sejumlah ahli di China menduga hewan peliharaan bisa terinfeksi virus corona.